Tampar aku, aku cinta kau!… by Klemens

klemens“ Kau pikir udah tampan kali kau? Bagus aku mau sama kau. Tapi sekarang belagu minta ampun.”

” Kau pun bukannya cantik-cantik kalinya, Dek. Dari mana diturunkan sombongmu itu? Mungkin dari bapakmu yang mamisoka itu ya?”

” Apa lagi mamisoka ini?”

” Malu miskin sok kaya!”

” Ah, bapakmulah! Kau ga tau bapakku kepala preman di Amplas sana? Biar dihajarnya kau.”

  ” Ingat, Dek. Kau udah berapa tahun di Jakarta ini. Dan sejak si…jadi Kapolri, udah ga ada lagi preman di Indonesia ini. Malah di Medan ada khusus satuan yang namanya Tim Pemburu Preman. Di Indonesia ini, cuman di Medan ada tim yang seperti itu. Jadi, ga taulah aku di mana bapakmu sekarang ini. Kemarin aku naik angkot T 19, ternyata sopirnya mantan anak buah si Olo…”

“ Benci kali aku liat kau. Udah 6 tahun kita pacaran tapi ga ada perubahanmu. Ga ada gunanya kau tinggal di Jakarta. Sama aja kaya di kampungmu sana.”

” Hati-hati kalo ngomong, kampung kita samanya. Lagian, emangnya apa yang kau mau dari aku?”

” Aku mau kau berubah.”

  ” Apa yang perlu kuubah? Mukaku yang ga seberapa ini?”

” Itulah kau, Bang. Ga tau kau apa yang kurang dari dirimu. Menurutmu gimana kau memperlakukan aku selama ini?”

” O, jadi ternyata soal perlakuan ya.. Apa yang kurang dari perlakukanku, Dek?”

” Tuh, kan. Gimana kau bisa berubah. Ga tau kau apa yang kuperbuat.”

” Kalo gitu ingatkanlah aku. Padahal kupikir selama ini kau udah jadi perempuan paling bahagia di seluruh Cawang ini karena pacarmu baik kali.”

  ” Baik kali apanya. Kalo jemput kau selalu telat..”

” Selalu?”

” ..Sering telat. Kerjamu main karambol aja. Kayak hobby pengangguran aja. Yang lebih keren, kenapa? Futsal kek, billiard kek. Atau tennis… Atau fitnes kan lebih bagus?”

” Semua yang kau bilang itu perlu duit, Dek. Udah gitu kalo futsal harus ke Senayan. Fitnes harus ke gym. Habis waktu. Karambol aku suka. Cukup nongkrong di depan kosan. Apa salahnya dengan itu? Memang temanku main karambol sopir taksi, satpam, sama pengangguran. Kau pikir derajatmu lebih tinggi dari mereka? Aku ga suka kau ngomong gitu. Sebenarnya aku pengen balapan di Sentul. Tapi kolorku pun ga bisa kubeli sekarang ini. Kau tau kan pengeluaranku seperti apa?”

” Makanya jangan petantang-petenteng beli mobil buat abangmu. Sekarang kau jadi pusing.”

”Bukan mobil, Dek…itu namanya taksi. Dan bukan ’beli’, tapi ’kredit’.Dek, abangku ga ada pendidikan. Dia mau ga sekolah biar kami bisa sekolah. Ga ada keahliannya. Dia perlu hidup, dan dia pengen jadi sopir taksi. Menurutmu yang kuperbuat itu petantang-petenteng?”

” Tapi kau harus mikirin dirimu sendiri jugalah. Lihat itu, motormu. Suaranya kaya bebek dikejar babi. Semua orang melihat. Gaunku kemarin jadi rusak kena entah apa di motormu itu.”

” Lho, kan aku udah bilang kita naik angkot? Kau yang ga mau. Maumu apa sih?”

” Naik angkot? Pake gaun seperti itu? Ga ada pikiranmu! Udah gitu, kau susah kali diajak ke gereja. Tidur sampe siang.”

” Sebenarnya kau tau ga sih aku tiap Sabtu pulang jam berapa? Dan kerjaanku itu benar-benar bikin gila tau ga? Kubilang gereja sore kau ga mau. Alasanmu orang yang gereja sore sebenarnya ga niat mau gereja. Cuman pengen sambil ke mal aja. Atau karena dulu di kampung kau selalu gereja pagi jadi kau ga terbiasa. Sebenarnya yang kampungan aku atau kau?”

” Kau yang kampungan! Gayamu kampungan. Malu aku liat kau kalo sama teman-temanku. Mereka pernah ngomongin kau. Aku ga sengaja dengar. Katanya gayamu seperti orang kampung yang baru ke Jakarta! ”

” Oh..? OK……….. ………………………………………………………………………………

……………………………………………………………………………………………………………………………………Aku tau banyak orang bilang aku kampungan, aku terlalu kaku. Dan aku ga peduli. Tapi aku ga nyangka kalo kau juga sama seperti orang itu. Aku ga nyangka. Harusnya selama ini kau bilang terus terang aja. Kau malu jalan dengan aku. Bapakmu punya banyak tanah, rumahmu di Juanda. Keluargamu sukses, kawin dengan orang sukses. Keluargamu banyak ngomongin karena kau pacaran dengan aku. Selama ini aku memendam itu. Aku bukan orang bodoh. Aku juga mikirin itu semua. Makanya aku habis-habisan bantu saudaraku biar…setidaknya…mereka bisa maju, meskipun bukan ”maju” dalam ukuran keluargamu. Tapi sekarang sudah jelas. Kau udah tahu berapa sinamot yang aku sanggup. Dan mungkin kau udah kasi tau sama orangtuamu. Kau pikir ini semua mudah buatku? Tapi kujalani aja. Karena hanya kau perempuan yang kukenal. Hanya kau yang bisa bikin aku cerita panjang lebar. Kau cantik. ”

” Ga salah dengar aku? Selama ini kau ga pernah bilang kalo aku cantik. Sampe aku mikir kalo aku ga ada cantiknya, ga seperti kakakku”.

” Udah gilalah kau kalo kau pikir kau ga cantik. Kau memang cantik. Dan aku tergila-gila samamu. Tapi, sudahlah. Ga usah pikiri aku lagi. Udahan aja kita. Ga ada untungnya kau pacaran sama aku.”

” Mau kemana Abang?”

” Main karambol. Aku bukan abangmu lagi. “

                              

beberapa minggu kemudian

”Lho, ngapain di sini, Len? Dari mana kau tau aku pindah ke sini?”

“ Udah mau mati aku nyariin kau….. Hp mu ga pernah aktif.”

” Aku ganti nomor.”

” Oh.. ”

” Ada apa?”

” Aku mau minta maaf. Selama ini aku jahat kali samamu. Aku ga pernah mikirin perasaanmu. Kau yang mati-matian berusaha merebut perhatian keluargaku, tapi kuanggap itu urusanmu aja. Memang, kau banyak berbeda dari keluargaku. Dan, kadang-kadang aku mikirin itu juga. Bahkan aku sempat malu. Sering disindir tulang sama namboruku. Boy, tapi ga ada laki-laki yang mencintai aku seperti caramu. Kau lebih memikirkan aku dari dirimu sendiri. Aku minta maaf soal keluargamu. Aku layak kau tampar karena menghina keluargamu. Aku tahu hanya mereka yang kau punya.”

” Jangan gila. Aku ga akan mungkin bisa melakukan yang seperti itu.”

” Aku tahu. Kau laki-laki paling lembut yang pernah ku kenal. Tapi aku mau kau tampar untuk menebus itu. Aku benar-benar merasa perempuan paling jahat.”

” Aku udah melupakan itu. Kau sudah minta maaf. Sejak keluar dari kosanmu, aku udah memaafkan kau. Jadi sekarang udah ga ada masalah lagi. Mau kuantar pulang?”

” Aku ga mau pulang. Boy, aku ga mau putus dari kau. Aku benar-benar sayang samamu.Ini.”

” Apa ini?”

” Hadiah ulang tahunmu.”

” Ulang tahunku 2 hari lagi.”

” Please deh…taunya aku. Tapi kudengar dari Robin kau ada dinas ke Pekalongan besok. Buka pas ulang tahunmu aja. Boy, masih mau ga kau balik?”

 

………………………

” E…tahe boru Siregar, on. Harusnya aku yang nanya itu samamu. Aku juga sayang samamu, Len.”

” Dek..”

” Oh, iya, Dek…”

” Sekarang, untuk merayakan ultahmu yang dua hari lagi, aku ada permintaan.”

” Setahuku yang biasanya mengajukan permintaan yang ulang tahunlah… ”

” Tapi kali ini beda. Kau tau kan boru Siregar si jogal baut. ”

” O, apalah permintaanmu?”

“ Janji kau mau?”

“ Asal ga kau minta poster Hamilton ini aja. Ada tanda tangannya soalnya. Kau tergila-gila sama dia.”

” Bukan itu. ”

” Kalo gitu, aku janji.”

” Kita dansa.”

“ Hah?? Dansa?  Kau kebanyakan nonton tv, Dek… Kapan kau pernah lihat aku dansa? Ga ada permintaan yang lain aja?”

” Kau udah janji.”

” Dek…”

” Kau udah janji,”

” Ah, jogal baut. Tapi jangan ejek aku ya.”

” Iya, ga kuejek pun.”

” Satu lagi.”

” Apa?”

” Jangan cerita sama siapapun.”

” Iya, janji.”

” Jadi kau pake gaunmu hanya untuk ini?”

” Iya.”

” Dan yang kau pake gaunmu yang rusak karena motorku..heheh… Ngomong-ngomong soal motor, aku udah ganti motorku.”

” O ya?”

” Iya, aku memang kadang terlalu hemat. Motor yang lama kujual. Trus kucicil yang baru. Kau tau motor apa? Motor yang pernah kau bilang laki-laki keliatan macho banget kalo pake itu.”

” RX King?”

” Hehehe..iya, Sayang. Trus, apa lagunya?”

” Mmmm..kupilih satu-satunya lagu yang ga pernah hilang dari daftar lagu favoritmu.”

” Emang kau tahu, Dek?”

” Tau lah. Come Rain or Come Shine.”

“ Hahaha…makasih, Sayang. Aku memang suka kali lagu itu. Aku suka yang versi Mery J. Blige.”

” Tahu. Aku bawa yang itu.”

” Hehehe….boleh kau kucium, Hasian?”

” Hmmm….”

” Makasih. Agak dingin bibirmu. Kelamaan ga dicium. Eh, kau pake gaun. Aku harus pake jas, ga?”

” Ga usah, kaya gitu aja, pake singlet. Aku suka bulu tanganmu. Sama dadamu.”

” OK. Tapi setidaknya aku pake jeans-lah, sama sepatu.”

” Pakelah.”

” Udah. Putarlah lagunya”

Im gonna love you like nobodys loved you come rain or come shine
High as a mountain and deep as a river come rain or come shine
I guess when you met me it was just one of those things
But dont ever bet me cause Im gonna be true if you let me

Youre gonna love me like nobodys loved me come rain or come shine
Happy together unhappy together and wont it be fine?
Days may be cloudy or sunny
Were in or were out of the money

But Im with you always, Im with you rain or shine
 

“ Bang..”

“ Hmmm..”

” Selamat ulang tahun ya, Bang.”

” Makasih, hasian.”

” O ya, tadi Bang Holong nanya kau biar turun. Mau ngapain?”

” Main karambol.”

5 Responses to Tampar aku, aku cinta kau!… by Klemens

  1. tio says:

    Hehehe… Parah euy boru regar-nya

  2. ai marga apanya poang hallet ni boru siregar on.
    Dang na hutandaon ni kan jadi curiga pula aku.😀
    wkkwkwk

  3. purba says:

    curcol bang klement

  4. Tohom says:

    Ai adong dope boru2 si songon on?

  5. napit says:

    Ngakak au bah… jala menyentuh

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: