SMKN 1 Balikpapan. SMK ini Bikin Pembangkit Listrik Hibrid

Jumat, 14 Mei 2010 | 21:25 WIB

BALIKPAPAN, KOMPAS.com – SMKN 1 Balikpapan membuat pembangkit listrik alternatif hibrid dengan memanfaatkan tenaga angin dan matahari. Temuan itu rencananya dijadikan proyek percontohan oleh pemerintah untuk diterapkan di daerah pinggiran atau belum terjangkau sarana penerangan listrik dari Perusahaan Listrik Negara (PLN).

“Ada dua tenaga yang dimanfaatkan dari pembangkit alternatif hibrid itu yakni tenaga matahari dan tenaga angin,” kata Kepala Kejuruan Elektronik SMKN 1 Balikpapan Sayom di Balikpapan, Jumat (14/5/2010).

Temuan tersebut mendapat apresiasi dari Walikota Balikpapan, Imdaad Hamid, yang rencana akan menjadikan proyek percontohan untuk diterapkan terutama di daerah-daerah pinggiran atau kawasan yang belum terjangkau sarana penerangan listrik PLN.

“Kami memanfaatkan tenaga matahari menjadi listrik, seperti diketahui di Balikpapan kendati hujan tidak dapat diprediksi, namun sinar matahari yang diterima cukup banyak dengan angin yang cukup kencang,” ujarnya.

Maka, kata dia, untuk mewujudkan pembangkit listrik alternatif hibrid itu, SMKN 1 mencari bahan tentang pembangkit ini di internet dan langsung mengaplikasikannya di sekolah.

Dikatakannya, pembangkit alternatif itu mampu menghasilkan daya sebesar 800-1.000 watt dan mampu menyimpan selama 8-10 jam. “Lamanya penyimpanan tergantung baterai yang kita pakai, jika kemampuannya lebih besar, bisa tahan lebih lama, bila dijual harga pembangkit ini sekitar Rp 20 juta,” ujarnya.

Pembangkit listrik yang dibuat oleh SMKN 1 merupakan teknologi ramah lingkungan dan dapat dimanfaatkan sebagai tenaga alternatif pengganti listrik dari PLN dan genset. Apalagi, Balikpapan termasuk daerah yang kerapkali terjadi pemadaman listrik PLN.

“Saya mengusulkan agar pembangkit listrik alternatif ini menjadi proyek percontohan dan dapat diterapkan pada salah satu pemukiman di pesisir atau pemukiman warga yang kurang mampu di Balikpapan,” kata Imdaad.

Walikota mengharapkan ada dibuat tim untuk mengkaji rencana tersebut terlebih dahulu, karena dapat membantu pemerintah dalam mengurangi subsidi listrik di Balikpapan. “Saya perkirakan ini bisa menghemat sekitar Rp 1.300 per rumah yang menggunakan pembangkit alternatif ini, jika dikalikan banyaknya rumah yang menggunakan, dan dalam jangka waktu yang lama, maka sangat membantu,” kata Imdaad.

3 Responses to SMKN 1 Balikpapan. SMK ini Bikin Pembangkit Listrik Hibrid

  1. Erman says:

    Mantaps juga bah,,

  2. George says:

    bisa juga ni topik yg semacam ini diangkat buat agenda GPPB tahun2 yang aku datang… seandainya aku punya ide sebriliant ini…Ta ben langsung di SMAN2..ate bro Er???

    • Royal says:

      sebenarnya pelajari aja dulu PLTMH 10 KW, biaya murah… cek di internet dulu! GPPB bisa jadi mantap kalo bisa ngusung ini…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: