Tips Mudah Membangun Karir Dengan Networking

“Networking is an enrichment program, not an entitlement program.” (Susan Roane). Membangun networking bukan berarti membangun sebuah jejaring komunikasi data dalam bidang IT atau bukan pula jejaring laba-laba spiderman. Membangun networking dalam karir Anda, bisa diartikan hanya sebagai ‘membuka diri’. Ide dasar dari networking adalah bergaul (mingle), mempunyai kenalan dan membina hubungan baik, bukan hanya dengan orang-orang di tempat kerja Anda tapi juga dengan yang lain.

Networking bisa dilakukan tidak hanya melalui jalur formal, namun bisa juga melalui berbagai kesempatan seperti pada saat gathering, arisan keluarga, ataupun kegiatan-kegiatan rutin sebuah komunitas hobi. Dengan memiliki networking luas Anda dapat memperoleh banyak manfaat, misalnya seperti: bocoran informasi internal sebuah perusahaan, bocoran informasi tetang kebutuhan perusahaan yang dapat Anda support maupun tawaran pindah kerja.

Dengan manfaat-manfaat yang Anda peroleh tersebut, tentunya akan semakin memperkaya wawasan Anda dalam membuat keputusan, disamping tentu saja mempermudah lobi-lobi untuk memperlancar pekerjaan Anda. Berikut ini adalah tips agar Anda mudah membangun networking:

1. Tidak Ngotot Berjualan. Tujuan Anda untuk hadir di pertemuan dan kesempatan networking adalah untuk bertemu orang lain. Gunakan kesempatan tersebut untuk berkenalan dengan orang-orang baru yang belum Anda kenal dan menjaga hubungan baik dengan orang-orang yang sudah Anda kenal. Anda tidak akan punya cukup waktu untuk ‘berjualan’. Lagipula dengan begitu banyak orang di sana, juga tidak akan efektif bila Anda memaksakan ‘berjualan’ di sana.

2. Take and Give. Networking pada dasarnya sama dengan manjalin pertemanan. Anda tidak bisa menuntut untuk selalu menerima, kan? Anda juga harus berbagi sesuatu dengan teman. Dalam networking jangan harap bisa mendapatkan informasi atau petunjuk apapun kalau Anda sendiri tidak bisa berkontribusi membangun informasi -tapi bukan berarti Anda harus mengumbar rahasia kantor.

3. Semua Orang Penting. Begitu adan kesempatan networking, jangan mengabaikan satu orang pun yang ada di sana. Anda tidak akan pernah tahu, siapa-siapa saja yang akan ‘membuka jalan’. Tapi setidaknya Anda bisa menggolongkan kenalan Anda itu dalam suatu kelompok tertentu, misalnya: klien potensial, rekanan, sumber informasi dan orang-orang yang menurut Anda menarik, termasuk yang potensial menghubungkan Anda dengan klien potensial lainnya.

4. Menepati Janji. Untuk membangun citra diri positif dalam sebuah networking, Anda harus memegang teguh terhadap sebuah komitmen. Misalnya ketika membuat janji pertemuan, berusahalah untuk menepatinya, apabila memang Anda berhalangan atau bermaksud menunda pertemuan tersebut, sampaikanlah segera konfirmasi melalui telepon disertai dengan agenda penggantinya -yang tentunya jangan Anda ulangi untuk membatalkannya. Sehingga Anda akan memiliki image positif dan profesional dalam networking.

5. Bukan Instan. Networking ini harus terus dibina, jadi butuh proses dalam membentuknya. Anda tidak bisa berharap punya hasil yang langsung telihat. Butuh waktu sampai Anda bisa memetik hasilnya, jadi bersabarlah dan berbesar hati. Nikmati saja berteman dengan contact person di banyak tempat.

6. Seperti Kencan Pertama. Kalau Anda akan pergi pacar dalam kencan pertama, rasanya pasti sangat bersemangat. Sikap ini juga Anda butuhkan setiap kali menghadiri pertemuan dan membangun network. Hal ini dibutuhkan, agar ‘aura’ Anda tetap memancarkan semangat positif

..Tipsanda.com

3 Responses to Tips Mudah Membangun Karir Dengan Networking

  1. winner says:

    mauliate ma.
    networking internal paryasop juga rasanya penting untuk dibangun biar lebih solid. Tambah tahun, tambah banyak orang, tambah potensi, sayang kalo ga saling kenal. boha ma bahenon i ate ?

  2. Reymond says:

    Bro winner,
    Menurut saya itu semua tergantung kita masing-masing, networking itu berbicara tentang bagaimana kita bisa membuka hubungan baik dengan rekan kerja, teman alumni atau lingkungan sekitar..

  3. winner says:

    aku cuma mikir kalau dalam konteks paryasop, itu tidak boleh diserahkan kepada masing-masing pribadi. perlu ada yang meng-encourage.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: